noscript-img

Menelusuri Warisan Bumi Nusantara – Kawasan Percandian Muarajambi

Kawasan Muarajambi membentang 7,5 km di sepanjang Sungai Batanghari dengan luas area 26,02 km persegi atau 2.602 hektar (26.020.000 m2).

Beberapa ‘candi’ sudah teridentifikasi dan sebagian telah dipugar, yaitu Candi Gedong I (65 m x 85 m), Candi Gedong II (76 m x 67,5 m), Candi Kembarbatu, Candi Kotamahligai (diperkirakan berukuran 113,60 m x 95,60 m), Candi Gumpung (150 m x 155 m), Candi Kedaton (215 m x 250 m), Candi Tinggi, Candi Tinggi I, Candi Astano, Candi Sialang, Candi Teluk I, Candi Teluk II dan Bukit Perak.

Diperkirakan masih ada lebih dari 80 ‘menapo’ atau gundukan timbunan reruntuhan bangunan yang masih belum dipugar. Selain itu terdapat beberapa kolam, di antaranya yang terbesar adalah kolam Telagorajo.

Kawasan Percandian Muarajambi – Pusat Pembelajaran yang Tertua dan Terlanggeng di Indonesia


Meskipun banyak sekali tulisan dan penyelidikan mengenai Sriwijaya, namun kebanyakan berkisar tentang Sriwijaya sebagai kerajaan, Sriwijaya sebagai pusat perdagangan, maupun lebih berfokus pada kehidupan sosial politik. Dari bukti arkeologis yang bisa ditinjau lebih lanjut, bukti epigrafis dan berbagai catatan para penjelajah, mengindikasikan bahwa Sriwijaya juga merupakan pusat pendidikan yang utama. Dan jika ini masuk akal, di manakah pusat pembelajaran tersebut? Apa yang kita bisa gali lebih lanjut dari keagungan dan kebesaran warisan Nusantara tersebut?

Signifikansi  Kawasan Muarajambi

Dengan area yang sangat luas, yang mencakup 2.602 hektar, Kawasan Muarajambi merupakan situs yang sangat penting bagi Indonesia dan bahkan dunia. Menurut McKinnon,  Kawasan Percandian Muarajambi merupakan situs arkeologi yang paling ekstensif dan mungkin paling penting di Sumatra, seperti dalam tulisannya, “Muarajambi is the most extensive and probably the most important archaeological site in Sumatra. It covers an area of some 1,000 hectares, transected by a system of both natural and artificial waterways…it’s the first identifiable late first/early second millennium urban complex to be discovered in Sumatra.”


Sebagai perbandingan, luas Kawasan Muarajambi adalah 100 kali lebih besar dari kawasan arkeologi Nalanda, salah satu pusat pendidikan tertua di dunia yang sezaman.

Kawasan arkeologi Nalanda, salah satu universitas tertua di dunia

Kawasan Percandian Muarajambi

Kawasan Percandian Muarajambi kira-kira 100x lebih besar dari kawasan arkeologi Nalanda

Anda dapat meninggalkan respon, atau telusuri dari web Anda.

2 Respon untuk “Menelusuri Warisan Bumi Nusantara – Kawasan Percandian Muarajambi”

  1. BUDI HS berkata:

    Situs candi Muaro jambi berdasarkan pengukuran terakhir luasnya diperkirakan 2600 hektar, bahkan di daerah desa simpang telah ditemukan dan dipugar candi yang diperkirakan bagian dari Candi Muaro Jambi di seputar makam Orang Kayo Hitam. Dengan demikian penyebaran situa Candi Muaro Jambi semakin luas. Perkiraan Candi Muaro jambi adalah peninggalan kerajaan Sriwijaya masih belum dapat dipastikan karena tahun berdirinya candi tersebut belum diketahui dengan jelas, bahkan kemungkinan besar merupakan peninggalan kerajaan Malayu yang kemudian ditundukkan oleh Kerajaan Sriwijaya, akan tetapi berdasarkan paleografi lempengan emas yang ditemukan pada candi Gumpung yang berasal dari abad 9 – awal abad 10 maka candi muaro jambi ini kemungkinan besar dibangun pada masa kejayaan kerajaan Sriwijaya.

    Kelestarian situs Candi Muaro Jambi ini pada saat ini mulai terganggu.Ada beberapa ancaman yang membuat kita harus bekerja keras untuk kembali melestarikannya karena diduga didalam area situs telah dibangun perkebunan kelapa sawit,pabrik CPO maupun tempat penumpukan batubara yang menggunakan alat berat dan truck berat dengan mobilisasi tidak kurang 200.000 ton perbulan. Coba bayangkan betapa besar kerusakan yang mungkin terjadi akibat kegiatan ini padahal UU purbakala no 2 tahun 1995 telah mengatur tentang pengamanan situs candi dan sangsi pidananya.
    Apakah kita harus berdiam diri ?

Komentar Anda

  • Berlangganan Milis



  • Powered by WordPress